Situs Lasem


Alamat: Dusun Lasem, Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Deskripsi:
Situs Lasem terletak di Desa Lasem Kecamatan Sidayu – Gresik. Sekitar 200 m dari jalan kabupaten Dukun – Lowayu. Situs Lasem merupakan Situs Cagar Budaya versi BP3 Trowulan. Situs ini merupakan peninggalan era Majapahit (sekitar abad 13) berupa struktur (bekas bangunan) yang diyakini sebagai bekas bangunan kantor pengelolaan pajak pada masa Majapahit. Tokoh utama pada situs ini dikenal dengan sebutan Mbah Jek (mbah Pajek dari kata Pajak) karena beliau merupakan pejabat pengelola pajak yang ditempatkan oleh Raja Majapahit untuk mengelola pajak di wilayah Sidayu dan sekitarnya, atau Mbah Jeg (mbah Ajeg) karena ajaran beliau yang mengajarkan sifat dan sikap ajeg (kontinu) dalam melakukan sesuatu. Di area ini juga terdapat beberapa makam pengikut atau keluarga mbah Jek dan juga petilasan Joko Tingkir. Keunikan dari situs ini adalah adanya relief pada dinding struktur yang berupa guratan gambar menyerupai tokoh pewayangan Jawa yang menurut Juru Kunci situs bahwa relief tersebut bercerita tentang kehidupan pada masa itu.

Lasem Historical Site is located in Lasem village, parts of Sidayu Sub-district of Gresik Regency. It’s about 200 m from regency street (Dukun – Lowayu). Lasem site was stated as a cultural heritage by BP3 Trowulan (Heritage Preservation Official). This iste was a heritage from Majapahit era (about 13th C) in form of structure (ex building) which was believed as ex tax office building in Majapahit era. The main figure of this site was Mbah Jek (Grandpa Pajek or Pajak, means tax) because he was the the tax officer whom was ordered by King Majapahit to manage taxation in Sidayu and surrounding, or Mbah Jeg (or Mbah Ajeg means continue) because he used to teach to his followers to behave or do something continuously. In this area there are some tombs of his family and followers and also the tomb of Jaka Tingkir. The uniqueness of this site is there are some relieves in form of strokes on the wall of the structure look like Javanese Puppets. According to the guard of the site that the relieves are talking about life activities in that era.

Sebelumnya Songkok
Selanjutnya Pesanggrahan

Suggested Posts

Rebana

Selo Tirto Giri (SETIGI)