Makam Poesponegoro


Alamat : Desa Gapura Sukolilo, Kabupaten Gresik
Tiket :

Deskripsi :
Kyai Tumenggung (KT.) Poesponegoro adalah Bupati Gresik yang pertama. Beliau menjabat Bupati pertama di Gresik 1669-1732 M, beliau wafat dan dimakamkan di komplek makam Gapuro Sukolilo. Pada komplek Makam Gapuro Sukolilo juga terdapat makam antara lain Tumenggung Ario Negoro, Kyai Tumenggung Djojodiredjo dan Kyai Tumenggung Soeronegoro dan kerabat lainnya. Makam ini sebenarnya disebut komplek makam Asmarataka, tetapi sekarang lebih lazim disebut komplek makam Poesponegoro.

Pada komplek pemakaman ini terdapat tiga pintu masuk, yaitu Paduraksa I (Timur), Paduraksa II atau tabir timur dan Paduraksa Utama, tepat di depan cungkup makamnya dengan dua baris tulisan berhuruf arab di atas, dan dua baris tulisan dengan aksara Jawa di bawahnya. Lalu sebaris tulisan berhuruf latin berbunyi Makam Poespo Negoro. Sedangkan Bangunan cungkup makam berupa bangunan kuno berdinding tebal dengan lubang pintu masuk yang cukup rendah yang membuat orang harus membungkuk untuk masuk ke dalamnya. Jirat Kubur KT. Pusponegoro terbuat dari batu andesit, dengan nisan berukir terbuat dari batu putih dan terdapat inkripsi yang sudah mulai memudar termakan usia.

Saat ini, makam beliau menjadi salah satu obyek wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan. Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk berdoa dan bermunajad. Hal itu juga disebabkan komplek makam tersebut berdekatan dengan komplek makam Sunan Maulana Malik Ibrahim.

Kyai Tumenggung (K.T.) Poesponegoro was the 1st Regent of Gresik Regency. He had been governing Gresik Regency since 1669 to 1732 M. he died and was buried in Gapuro Sukolelo graveyard. On this graveyard, there are also Kyai Tumenggung Ario Negoro, Kyai Tumenggung Djojodiredjo, Kyai Tumenggung Soeronegoro, and other family tombs. Actually, this graveyard was called Asmarataka, but now it is well known as Poesponegoro Graveyard.

In this graveyard, there are three entrance gates, they are Paduraksa I (east) and Paduraksa II (east shadow), and Main Paduraksa, precisely located in front of the dome of the tomb with two lines letter in Arabic, two lines letter in Java and one other line letter in Bahasa Indonesia stating the Tomb of Pusponegoro. The dome building was an old building with thick white wall with a low door that makes people who want to entry into the tomb must bend over. The tomb of Poesponegoro was built with andesite stone while the two gravestones were made of white carved stone with inscription that looks blur because of long ages.

Nowadays, K.T. Poesponegoro tomb becomes one of religious tourist object visited by tourists. Many visitors are stating their pray in this site. The advantage point is also because its location is close to Sunan Maulana Malik Ibrahim’s graveyard.

Sebelumnya Makam Dewi Sekardadu
Selanjutnya Makam Putri Cempo

Suggested Posts

Bukit Jamur

Sarung ATBM