Makam Dewi Sekardadu

Salah satu oyek wisata religi ini berada di Dusun Gunung Anyar, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik (sekitar 1 Km dari Kompleks makam Sunan Giri). Masyarakat Gresik meyakini kalau makam Dewi Sekardadu dulunya justru berada di Blambangan yang sekarang dikenal dengan nama Banyuwangi. Konon makam Dewi Sekardadu berada di sebuah bukit. Mengingat jarak Kota Gresik dan Banyuwangi yang cukup jauh maka Sunan Giri bermunajat kepada Allah agar makam Dewi Sekardadu beserta bukitnya dipindahkan ke kota dimana beliau mengajarkan Islam pertama kali. Tempat dimana makam berada kemudian dinamakan Desa Gunung Anyar.

Makam Dewi Sekardadu berada dalam sebuah cungkup yang megah. Khusus untuk makam beliau ditutup dengan kain kelambu. Di dalam cungkup itu juga terdapat dua makam lainnya. Pertama atas nama Panembahan Mas Gunung Anyar dan satunya lagi tak disebutkan namanya. Berdasarkan silsilah diketahui kalau Panembahan Mas Gunung Anyar merupakan keturunan ke-4 dari Sunan Giri.

Seperti makam para wali atau pejuang Islam lainnya, makam Dewi Sekardadu juga tampak sangat terawat. Di sekitarnya ditumbuhi pepohonan rindang. Sehingga membuat suasana tampak teduh sekali. Sebagai fasilitas penunjang, pihak pengelola menyediakan mushollah, toilet dan bangunan joglo untuk beristirahat bagi para peziarah.

DEWI SEKARDADU GRAVEYARD

This one of religious tourist object is located in Gunung Anyar down village, part of Ngargosari Village, part of Kebomas Sub-district of Gresik Regency (about 1 Km from Sunan Giri Graveyard).

Gresik people believe that Dewi Sekardadu’s tomb was previously located in Blambangan (now becomes Banyuwangi). It was located on the top of the hill. Because its far location from Gresik, Sunan Giri prayed to God ALLAH SWT. to make the tomb close from Giri (the place where he is preaching Islam). The location of the tomb then was named Gunung Anyar down-village.

Dewi Sekardadu’s tomb is located in a big cungkup or dome. The tomb is closed with special fabric and curtain. In that dome there are also another two tombs, they are named Panembahan Mas Gunung Anyar and the other one is anonym. Based on the genealogy or family tree Panembahan Mas Gunung Anyar was the 4th descendant of Sunan Giri.

Similar to the tomb of Islamic Preachers or Islamic prominent figure, Dewi Sekardadu’s tomb is neat and tidy. Around the graveyard area, there grows some shady trees. So that it looks cool and shady. As the amenity of that graveyard, the organizer provides musholla, toilet, and the gazebo that can be used by the visitors to take a rest.

Related Posts

Leave A Comment