Sedekah Bumi

Sedekah Bumi merupakan kegiatan tradisi masyarakat Gresik, terutama di beberapa wilayah Gresik bagian Selatan dan Utara. Kegiatan tersebut ditandai dengan arak-arakan hasil bumi yang dirangkai dalam berbagai bentuk seperti; tumpeng dan beraneka makanan tradisional yang disuguhkan dalam berbagai wadah antara lain; ancak, besek, dan lain-lain. Tumpeng tersebut dibuat dari hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, dan lain-lain. Selain arak-arakan, sedekah bumi itu dimaksudkan untuk menghormati leluhur dan juga memanjatkan doa sebagai rasa syukur atas rahmat dan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa.

Diantara wilayah Gresik yang sampai saat ini masih melestarikan budaya sedekah bumi ini antara lain:

Wilayah Utara :

  • Desa Kisik Karangjarak, Kecamatan Bungah (Nyadran)
  • Desa Surowiti, Kecamatan Panceng (Grebeg Surowiti)

Wilayah Selatan :

  • Desa Setro, Kecamatan Menganti (Tegal Deso/ Sedekah Bumi dan Okol)

SEDEKAH BUMI

Sedekah Bumi is one of traditional event of Gresik people, especially in several regions in both North and South of Gresik Regency. This event is marked by crops carnival in various shapes, such as: tumpeng (rice cone), besek (covered square basket of plaited bamboo), etc. That cone, sometimes, is made of various fruits, vegetables, roots or tubers, etc. Besides carnival, sedekah bumi is also activity to give honour to the ancestors and also to pray as the manifestation of people gratefulness to the God’s blessing and grace.

Among those regions (North and South of Gresik) which are still continuing this traditional event, are:

North Region:

  • Kisik Karangjarak Village, part of Bungah Sub-district;
  • Surowiti Village, part of Panceng Sub-district (Grebek Surowiti)

South Regiona:

  • Setro Village, part of Menganti Sub-district. (Tegal Deso/ Sedekah Bumi and Okol)

Related Posts

Leave A Comment