Sego Roomo

Nama Sego Roomo diambil dari desa asal kuliner tersebut yaitu dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebagian orang Gresik menyebutnya Bubur Roomo. Disebut demikian karena memang bentuk atau teksturnya yang memang mirip dengan bubur.

Makanan ini juga punya cerita sejarah tersendiri. Konon, ceritanya, ada seorang wanita warga Desa Roomo yang serba kekurangan. Dia kemudian berkeluh kesah kepada seorang dari Sembilan Wali. Sang Wali kemudian menyarankan agar si wanita menjual desanya. Si wanita itu kebingunan menerjemahkan petunjuk tersebut.

Akhirnya, si wanita menemukan jawaban teka-teki tersebut. Dia diminta untuk menjual Sego Roomo yang memang menjadi makanan khas desa setempat. Dan, jadilah kebiasaan warga Roomo berjualan Sego Roomo jika berada di luar desa tersebut.

Sego Roomo punya karakter yang berbeda dengan makanan khas lainnya. Makanan ini disajikan di atas wadah dari daun pisang yang disebut takir yang dituangi sayur dan krupuk dan diberi bubur berwarna kuning yang disebut dengan Roomo. Di bagian atas ditaburi koya yang terbuat dari parutan kelapa goreng yang juga dicampuri sambal. Rasanya ada gurih, ada pedasnya dan bercampur rasa bubur yang dominan rempahnya.

Related Posts

Leave A Comment