Pantai Kubur Panjang

Pantai ini disebut Pantai Kubur Panjang karena di tempat/ area pantai tersebut terdapat sebuah kubur panjang yang konon merupakan kubur salah satu abdi setia Sang Adji Saka (Duro) yang meninggal dunia di pantai tersebut. Menurut cerita, kematian Duro dikarenakan mempertahankan amanat yang diberikan oleh Sang Aji Saka untuk menjaga pusakanya. Singkat cerita, peristiwa tersebut bermula pada kesalahpahaman antara Duro dan sauadara seperguruannya (Sembodho) yang juga diutus Sang Aji Saka untuk mengambil Pusaka tersebut. Rupanya Sang Aji Saka lupa bahwa dia pernah berpesan kepada Duro untuk menyerahkan pusakanya tersebut hanya jika yang mengambil adalah Sang Aji Saka sendiri.  Namun, karena suatu alasan Sang Aji Saka mengutus suadara Duro yang juga abdi setianya yaitu Sembodho untuk mengambil pusaka tersebut. Sama-sama mempertahankan diri untuk menjaga amanat dari Sang Guru pertempuranpun tak terelakkan. Karena ilmu mereka berasal dari Guru yang sama, keduanya memiliki kesaktian yang sama. Akhirnya, leduanya meninggal dunia. Konon, cerita tersebut terangkum dalam Aksara Jawa: Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Mong Go Bo Tha Nga…

  • Kubur Panjang Beach

This beach was called “Kubur Panjang (Long grave/ tomb, in English) because in that area there is a long grave indeed. That grave owned by a faithful servant of Sang Adji Saka (Duro) whom was killed in that beach. Based on folklore of the local people there, He died for maintaining the mandate given by Sang Aji Saka to guard his inheritance. In short, the incident started a misunderstanding between Duro and his college brothers (Sembodho) who also sent by Sang Aji Saka to take the inheritance. Aji Saka forgot that he also ever told Duro to keep his innate and the only one who can take it is Sang Aji Saka. However, for some reason the Aji Saka sent another of his loyal servant Sembodho to take the heritage. For equally defending to keep the Master’s the battle between the two brothers couldn’t be avoided. Because their knowledge and power came from the same Master, finally, both of them died. It is said that the story is then summarized in Javanese script as Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya His Mong Go Bo Tha Nga.

Related Posts

Leave A Comment