Suci Rebo Wekasan Culture Festival 2021

Rebo Wekasan disebut juga dengan istilah Rabu Wekasan atau Rebo Pungkasan. Rebo artinya nama hari dalam bahasa Jawa, yaitu Rabu dalam bahasa Indonesia. Sedangkan Wekasan adalah bahasa Jawa yang artinya pungkasan atau akhir. Sebagai sebuah istilah tradisi, maka Rebo Wekasan adalah tradisi budaya yang ditiadakan di hari Rabu terakhir dari Bulan Safar, yaitu bulan ke-2 dari 12 bulan penanggalan hijriah.

Tradisi budaya Rebo Wekasan ini adalah hari yang tidak tergantung pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat di Jawa. Rebo Wekasan dianggap sebagai hari-hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 320.000 bencana. Maka rata-rata upacara dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala. Tradisi ini kental dengan nuansa religius (Islam) dan meluas di Jawa (pantura).

Tujuan peringatan Rebo Wekasan adalah menolak bencana (tolak bala) dan wujud rasa syukur. Kegiatan yang dilakukan berkisar pada kegiatan berdo’a, sholat sunnah, bersedekah.

Rebo Wekasan merupakan wujud akulturasi budaya Jawa (Islam dan Jawa). Daerah yang mengenal dan melakukan tradisi ini mayoritas adalah daerah pesisiran. Daerah yang dikenal relatif lebih dulu, kuat, dan kosmopolit keislamannya dibanding daerah Pedalaman Jawa.

Daerah pesisir tersebut seperti Gresik, Probolinggo, Situbondo, Pasuruan (Jawa Timur), Tasikmalaya, Cirebon (Jawa Barat), Pandeglang, Serang (Banten), yang memiliki tradisi Rebo Wekasan dengan nama istilah yang berbeda-beda. Antara lain Sedekah Ketupat, Sedekah Ketupat di daerah Dayeuhluhur, Cilacap, Upacara Rebo Pungkasan, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, Tradisi Ngirab, di daerah Kawasan Cirebonan, Safaran di beberapa daerah Pantura dan Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik sendiri.

Keistimewaan Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik

  1. Tradisi Rebo Wekasan merupakan instruksi langsung Kanjeng Sunan Giri (Wali Songo) melalui muridnya Syeikh Jamaluddin Malik
  2. Rebo Wekasan di Gresik tetap lestari berlangsung ratusan tahun (konsep berkelanjutan) sehingga diperkirakan menjadi tradisi Rebo Wekasan tertua di tanah Kawa (sejak 1483)
  3. Tradisi Rebo Wekasan di Gresik berkesesuaian dengan situs-situs bersejarah yang ada di Manyar, Gresik seperti Sumur Gede, Masjid, Telaga dll
  4. Rebo Wekasan di Gresik diikuti oleh tidak hanya warga Desa Suci namun telah membudaya bagi masyarakat sekitarnya sehingga mampu menjadi budaya daerah.
  5. Makna tradisi Rebo Wekasan menunjukkan proses internalisasi ajaran – ajaran Islam ke dalam tradisi masyarakat setempat.

Rebo Wekasan menjadi proses akulturasi budaya masyarakat yang patut dilestarikan. Rebo Wekasan mengandung nilai – nilai karakter (religius, gotong – royong, kerjasama, peduli, kerja keras, toleransi) yang pokok bagi generasi penerus.
(Sumber : Buku Sejarah Cikal Bakal Desa Suci dan Budaya Rebo Wekasan, Pemdes Suci, Kecamatan Manyar)

Related Posts

Leave A Comment