Bidang Kepemudaan dan Olahraga Gelar Seleksi PASKIBRAKA Rayon Bawean 2022

Setelah sukses menggelar seleksi PASKIBRAKA di 4 rayon dan terpilih 165 peserta terbaik, Bidang Kepemudaan dan Olahraga melanjutkan dengan melakukan seleksi di pulau Bawean pada Jum’at (25/03). Bertempat di SMA N 1 Sangkapura, sebanyak 40 peserta mengikuti seleksi yang digelar mulai pukul 07.00 hingga 11.00 Wib dan terpilih 2 peserta dari pulau Bawean. Mereka yang terpilih adalah Moch. Zidan Dwi Al Bustani dari SMA N 1 Sangkapura dan Khairunnisa dari SMA Islamiyah Kecamatan Tambak, yang akan menjadi PASKIBRAKA Kabupaten Gresik. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga (KabidPora), Ari Gunawan menyayangkan, dimana saat melakukan seleksi, terlihat para peserta masih kurang dalam kemampuan baris berbaris.

“Terlihat jelas dimana kemampuan para peserta masih kurang dalam hal baris berbaris,” ujarnya. Kabid Pora juga memberikan masukan kepada pihak sekolah melalui Kepala Sekolah, agar kedepan saat Penerimaan Peserta Didik Baru, juga diperkenalkan dengan kegiatan Pelatihan Baris Berbaris (PBB) pada saat Masa Orientasi Siswa(MOS).

“Tentunya pengenalan PBB ini adalah salah satu tahapan upaya agar nantinya ketika ada seleksi PASKIBRAKA lagi, mereka sudah siap mengikuti seleksi”, terangnya. Usai menggelar seleksi Paskibraka, Bidang Pora melanjutkan agenda mereka di pulau Bawean dengan kegiatan Survei Bantuan Khusus Sarana dan Prasarana Olahraga. Rombongan berkunjung ke Desa Kota Kusuma yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Sangkapura yang mengajukan bantuan khusus sarana dan prasarana olahraga. Namun, karena desa tersebut tidak bisa menunjukkan surat tanah kas desa, yang merupakan salah satu syarat mendapatkan bantuan, maka desa tersebut tidak layak mendapatkan bantuan sarana dan prasarana olahraga untuk pembangunan lapangan Voli.

“Karena salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk pembangunan sarana prasarana olahraga itu harus ditanah kas milik desa”, jelas Kabid Pora. Sementara dari pihak desa yang diwakili oleh kepala desa sudah menerima keputusan dengan menandatangani hasil survey tersebut sekaligus membuat surat pernyataan.

“Alhamdulillah dari pihak kepala desa juga sudah legowo dengan penandatanganan hasil survei dan surat pernyataan bahwa sementara tidak  mengambil bantuan sarana prasarana olah raga karena belum bisa menyediakan bukti kepemilikan tanah kas desa”, tuturnya.

Related Posts

Leave A Comment