SETELAH VACUM KARENA PANDEMI, SANGGRING GUMENO KEMBALI DIBUKA UNTUK MASYARAKAT UMUM

Tradisi Sanggring Gumeno oleh masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang dilaksanakan di setiap malam 23 Ramadhan kembali diadakan tahun ini. Pada tahun 2020 tradisi Sanggring Gumenotetap diselenggarakan,tetapi hanya khusus warga Gumeno. Kemudian pada tahun 2021 tradisi tersebutkembali digelar, tetapi dengan peserta terbatas atau hanya tamu undangan tertentu.Setelah sempat terganggu penyelenggaraannya karena pandemi Covid-19, tahun ini tradisi Sanggring Gumeno kembali dibuka untuk umum.

Bertempat di halaman masjid Jami’ Sunan Dalem, Desa Gumeno, sebanyak 3000 porsi kolak ayam disiapkan panitia dan dibagikan kepada masyarakat yang hadir baik dari warga Gumeno dan warga Gresik atau sekitarnya untuk berbuka puasa bersama.

Asal mula tradisi ini adalah berawal dari Sunan Dalem yang sakit (Putera Sunan Giri), mendapat petunjuk mencari seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Nama Sanggring berasal dari kata “Sang” yang artinya Raja/Penggedhe dan “Gring” yang artinya gering atau sakit. Jadi Sanggring artinya raja yang sakit.

Related Posts

Leave A Comment