Molod Bawean

Pulau Bawean terletak di Laut Jawa, letaknya sekitar 120 kilometer sebelah utara Gresik. Secara administratif, pulau ini terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak. Pulau Bawean ini juga memiliki panorama yang sangat indah. Penduduknya berjumlah sekitar 107.000 jiwa. Dengan mayoritas suku Bawean serta perpaduan beberapa suku dari Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra yang turut mempengaruhi budaya dari bahasanya.

Pulau Bawean ini memiliki tradisi yang sangat beragam. Salah satunya tradisi yang terkenal adalah Molod Bawean. Molod atau Maulid merupakan tradisi memperingatikelahiran Nabi Muhammad SAW dalam keyakinan ajaran Islam. Tradisi perayaan molod terbesar di Pulau Bawean dilaksanakan di Masjid Besar Sa’addatuddarrain Kecamatan Sangkapura pada tanggal 12 Rabiul Awal (kalender Islam). Sejak masa Syech Maulana Umar Mas’ud sebagai penyiar Islam terbesar di Pulau Bawean. Molod sudah menjadi tradisi turun temurun sampai di masa Tumenggung Cokro Kusumo. Molod sudah mengalami perkembangan menjadi Molod Angkatan, Bherkat Besar yang disebut Molod Raje. Lantunan Maulid Barzanji dan diiringi tabuhan rebana yang disebut Dikker.

Pada tanggal 12 Rabiul Awal pagi, warga mulai berdatangan mengantar angkatan atau Bherkat Besar ke masjid. Panitia penyelenggara di masjid membantu mengangkat angkatan dan mendaftarkan angkatan tersebut. Penyuguhan Angkatan atau Bherkat Raje sebagai dasar rasa syukur terhadap kelahiran nabi Muhammad SAW ke muka bumi beserta seisi alam yang penuh keberkahan.

Post Author: disparbudgresikweb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *