Tradisi Gulat Okol

Tradisi gulat okol di Desa Setro , Kec. Menganti, Kab. Gresik sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tahun ini pelaksanaan tradisi okol dilakukan bersamaan dengan sedekah bumi desa Setro mulai tanggal 4-6 Oktober 2019.  Dan tradisi okol merupakan dilaksanakan tgl 6 Oktober sebagai pamungkas rangkaian sedekah bumi. Berdasarkan cerita sesepuh desa, dulu ketika musim kemarau panjang menimpa desa Setro banyak sekali tanaman dan hasil bumi yang mati. Akhirnya warga desa mengadakan mengadakan doa bersama. Atas kuasa Tuhan, hujan pun turun, anak – anak penggembala kambing sangat senang. Kesenangan tersebut dilakukan dengan srokol – srokolan (dorong – dorongan) yang membuat lawan atau temannya terjatuh. Akhirnya kebiasaan srokol – srokolan (okol = dorong) tersebut dilakukan terus menerus dan menjadi tradisi rutinan di Desa Setro.
Pertandingan gulat okol dahulu dilaksanakan di area persawahan, namun sekarang dilaksanakan di atas panggung dengan matras dari karung goni dan bagian bawahnya diletakkan jerami untuk keamanan pemain. Sebelum bertanding, kuku para pemain diperiksa terlebih dahulu. Pemain tidak boleh memiliki kuku yang panjang. Pegulat juga dilarang mengrnakan ikat pinggang, cincin, gelang, karena akan membahayakan diru sendiri maupun orang lain. Pertandingan gulat okol dipimpin oleh seorang penata gulat atau pelandang. Satu pelandang menjadi wasit, sementara dua pelandang mendampingi para pegulat yang akan bertanding. Selain itu, juga ada pelandang yang bertugas sebagai tukang pijit untuk memijat para pegulat dan memberikan pengarahan gulat yang benar.
Para pelandang memakai kaos loreng berwarna merah putih , lengkap dengan celana hitam dan ikat kepala. Para pegulat pria melepaskan baju mereka (bertelanjang dada). Gulat okol dilaksanakan dua ronde. Apabila dalam dua ronde berturut-turut menang maka akan diadudengan pemenang lain hingga mendapatkan juaranya.  Pegulat yang berhasil menjatuhkan lawan terlebih dahulu itulah yang dinyatakan menang. Gulat diiringi dengan musik gamelan berirama ludruk. Pertandingan ini ditonton oleh ratusan warga desa Setro,  warga desa di luar desa Setro, dan juga di luar Kabupaten Gresik.

Post Author: disparbudgresikweb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *